LABORATORIUM PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
PROPOSAL
PENGUSULAN LABORATORIUM
PROGRAM
STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
Program
Studi Bimbingan dan Konseling
FKIP
Universitas Muhammadiayah Buton
By; Rasman Sastra Wijaya, M.Pd.
1.
Konsep
Dasar
Kebutuhan akan
laboratorium sangat dirasakan oleh seluruh mahasiswa BK pada saat melaksanakan mata
kuliah praktik pelayanan Bimbingan dan Konseling. Tidak tersedianya
laboratorium membawa mahasiswa merasa sulit
ketika mencari ruangan yang representatif dan kondusif dalam menggali
serta menginterpretasi saat membantu menyelesaikan masalah-masalah psikologis konseli
dengan dengan tuntutan penguasaan teknik dan metode bimbingan maupun konselimng
yang dilaksanakan oleh calon konselor terhadap konselinya.
Adanya
laboratorium BK juga bukan saja menjadi tempat pelaksanaan praktik-praktik
pelayanan bimbingan dan konseling tetapi laboratorium BK juga dapat difungsikan
menjadi sarana pelayanan bimbingan dan konseling umum yang dapat dimanfaatkan
oleh seluruh civitas akademi baik itu dosen-dosen Universitas Muhammadiyah
Buton, mahasiswa FKIP ataupun praktisi dan peneliti BK seperti guru BK
pemerhati dan pencinta BK untuk mendapatkan layanan berupa pemantapan dan
perencanaan karir, pengentasan masalah psikologis, observasi perilaku dan
kepribadian baik verbal maupun non verbal.
Laboratorium
BK hadir sudah pasti memberikan kemudahan dan keunngulan dalam menggunakan
setiap jenis dan metode instrumen Bimbingan dan Konseling baik itu instrumen
tes seperti tes inventory kepribadian, tes inventory bakat, tes inventory
minat, tes IQ (potensi akademik), Skala, AUM (Alat Ungkap Masalah), DCM (Daftar
Ceklist Masalah), IKMS (Instrumen Kebutuhan Masalah Siswa), PTSDL, Sosimetrik
dan sejumlah penggunaan instrumen non tes seperti panduan Observasi, panduan Wawancara,
panduan penyusunan biografi dan anekdot data siswa, dan seluruh kebutuhan
psikis siswa lain sebagainya.
Laboratorium
(disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun
pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan
dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim, 2007).
laboratorium diartikan sebagai suatu tempat untuk mengadakan percobaan,
penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan keilmuan dari sebuah
bidang khususnya bimbingan dan konseling atau bidang ilmu lain.
Terbentuknya
laboratorium Bimbingan dan konseling bukan hanya menjawab kebutuhan prakti dan
menjadi kebanggaan mahasiswa yang kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling
pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Muhammadiyah Buton, lebih daripada merupakan tanggungjawab setiap LPTK yang
menyelenggarakan program studi BK untuk mensukseskan kegiatan belajar mahasiswa
khususnya praktik Bimbingan maupun praktik konseling cakupannya penggunaan ilmu-ilmu
sosial terapan dalam kegiatan penelitian di bidang bimbingan dan konseling. Adanya
laboratorium BK juga merupakan miniatur program Bimbingan maupun konseling di
sekolah dalam rangka penyelenggaraan praktik pelayanan Bimbingan dan Konseling
di sekolah yang harus disiapkan oleh lembaga perguruan tinggi keguruan penyelenggara
program studi BK demi penunjang Tridharma Perguruan Tinggi baik untuk
peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan
juga dapat digunakan oleh masyarakat dan praktisi BK sebagai bentuk pengambdian
pada masyarakat.
2.
Fungsi
dan Peran Laboratorium Bimbingan dan Konseling
Secara garis besar fungsi laboratorium dalam proses pendidikan dan penelitian
yaitu:
1. Sebagai
tempat berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan
pengamatan/observasi, pencatatan dan pengkajian gejala-gejala psikologis
manusia (konseli) baik dari bentuk pertumbuhan dan perkembangannya.
2. Pengembangan
keterampilan-keterampilan bimbingan dan konseling mahasiswa dalam mempergunakan
ruang konseling, alat-alat media BK untuk mencari dan menemukan kebenaran.
3. Memberikan
dan memupuk keberanian mahasiswa baik secara mental maupdan praktik pelayanan
BK untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari subyek atau obyek kaitannya
dengan interaksi lingkungan alam dan sosial.
4. Memupuk
rasa inigin tahu mahasiswa sebagai modal sikap ilmiah seorang calon ilmuwan
5. Membina
rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan
yang diperolehnya.
3.
Tujuan
Laboratorium
a. Peningkatan
pemahaman mahasiswa dari teori menuju riset sampai menghasilkan temuan hingga
memiliki eksperimen bernilai kebenaran.
b. Peningkatan
kualitas pribadi untuk calon konselor sekolah/ guru BK dalam melaksanaan pelayanan
bimbingan dan konseling
c. Upaya
perbaikan, penunjang mutu dan kualitas pembelajaran Bimbingan dan konseling
sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan penyelenggara Program studi BK
d. Untuk
mengakomodasi, memediasi, mengadvokasi serta memfasilitasi bentuk keluhan
terkait masalah pribadi, sosial, belajar dan karir baik dosen, mahasiswa
bermuara pada pengabdian pada masyarakat
e. Wadah
pengembangan sumber daya manusia seperti trainning
leadership, training motivasi,
training to trainner, trainning managerial dll.
4.
Ruang,
peralatan dan media laboratorium Bimbingan dan Konseling
a. Ruang/gedung
yang dibutuhkan untuk laboratorium BK sejumlah 2 rauangan, terbagi atas:
1) Ruang
Pelaksanaan Layanan Konseling Individual, Bimbingan Kelompok atau Konseling
Kelompok seluas 8 m x 15 m
2) Ruang
Pelakasanaan Layanan Bimbingan Klasikal, ruang trainning leadership, dan ruang
tutorial dan ruang observasi/pengamatan pelaksanaan
layanan BK seluas 8 m x 15 m
Adapuan visualisasi
ruangan tersebut sebagai berikut:
b. Bahan
dan Fasilitas umum untuk semua Ruangan
1) Lantai
berkarpet (pengedap suara dan pencegah kebisingan)
2) Dinding
berlapis karpet (pengedap suara dan pencegah kebisingan)
3) AC
(penyejuk ruangan) untuk semua ruang layanan
4) Kursi
5) Proyektor
6) Layar/Screen
proyektor
c. Ruang
Tamu dan fasilitas
1) Meja
tamu dan kursi untuk ruang tamu masuk
2) Camera
CCTV 32 Megapixel dengan 15x zoom 3 buah
3) Computer
layanan dan penginventarisir dokumen dan kegiatan layanan
4) Lemari
buku/ arsip data minimal tiga pintu
5) Lemari
buku/ arsip min. 2 Pintu penyimpanan data konseli
6) Lukisan
bernuasa keindahan alam
7) Poster
dan kata-kata mutiara dan motivasi
d. Instrumen
Ruang Bimbingan dan Konseling Kelompok
1) Meja
melingkar besar dan 15-20 Kursi untuk ruang Bimbingan dan Konseling kelompok
2) Camera
CCTV 32 Megapixel dengan 15x zoom untuk ke 6 sudut ruangan dala mencapai image
stiap gerakan dan perilaku verbal dan non verbal klien atau konseli
3) Mikrofon
mini penyedot suara konselor dan konseli/klien di 6 sudut diletakan dipinggir
bawah meja setiap peserta
4) Proyektor
5) Sreen/layar
e. Ruang
Konseling Individual
1) Meja
dan kursi sofa berbetuk L
2) Camera
CCTV 32 Megapixel dengan 15x zoom di tiga sudut
3) Mikrofon
mini penyedot suara konselor dan konseli/klien di kedua sisi sudut
4) Aquarium
ikan berisi gemercik air
5) Lukisan
arsiran Psikologis
f. Ruangan
Bimbingan Klasikal atau ruang pengamatan/observasi pelaksanaan Layanan
Bimbingan maupun konseling
1) 1
Meja dan 1 Kursi instruktur/dosen pengampu
2) 30
-40 Kursi Peserta/anggota pengamat
3) 1
buah Proyektor
4) 3
buah Speaker
5) 1
buah Screen Layar



Komentar
Posting Komentar